follow me

Pengalaman Sebelum & Gaya Hidup Sesudah Operasi Hernia Inguinalis Lateral

Secara umum hernia merupakan penonjolan (protrusi) isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut.

Baca juga: Tips dan Gaya Hidup untuk Penyandang Hernia

Menurut sifatnya, hernia dapat disebut hernia reponibel jika isi hernia dapat keluar masuk. Keluar jika berdiri atau mengedan, dan masuk lagi ketika tidur atau didorong masuk perut. Jika isi kantong tidak dapat direposisi kembali ke dalam rongga perut, hernia disebut hernia ireponibel. Ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peritoneum kantong hernia. Hernia yang tidak ada keluhan nyeri ataupun tanda sumbatan usus disebut hernia akreta. Sedangkan hernia yang isinya terjepit oleh cincin hernia sehingga isi kantong terperangkap dan tidak dapat kembali ke dalam rongga perut disebut hernia inkarserata atau strangulate. Kurang lebih sekian penggalan kalimat berkaitan tentang hernia yang bisa saya sampaikan di sini, selebihnya sudah di sampaikan secara detail oleh dokter spesialis yang lebih berkompeten di bidangnya pada artikel-artikel di beberapa situs web. Pada artikel ini berisi tentang pengalaman saya mulai dari persiapan sebelum operasi hingga selesai operasi.



Artikel ini saya ketik tepat setelah satu tahun saya operasi, "hil dextra reposible" seperti itulah yang tertulis jelas pada berkas yang saya bawa pulang dari rumah sakit swasta tempat saya operasi. "hil" di sini dimaksudkan singkatan dari hernia inguinalis lateral. Mengenai nama rumah sakit dan nama dokter spesialis yang menangani tidak bisa saya publikasi di artikel ini, tapi jika ingin tahu bisa hubungi saya memalui kontak blog ini dengan senang hati saya akan menjawab. Sebelumnya saya mohon maaf jika rangkaian kalimat yang saya sampaikan terlihat berantakan. Jujur saja saya sudah lama tidak menulis, dan lebih sering membuat konten.

Saya berangkat menuju rumah sakit sendirian, lebih tepatnya menggunakan jasa transportasi online. Mengingat surat izin berkendara sudah berakhir masa tenggang dan belum sempat buat baru. Persiapan dari rumah hanya membawa kartu identitas, kartu debit, smartphone, beberapa lembar uang tidak sampai 200 ribu untuk bayar transportasi dan untuk berjaga-jaga jika ada keperluan lainnya. Sampai di rumah sakit saya hanya cetak nomor antrian saja, karena sehari sebelumnya saya sudah mendaftar sebagai pasien rawat jalan ke salah satu dokter spesialis bedah melalui aplikasi android yang disediakan oleh pihak rumah sakit di google play store. Setelah menunggu antrian kira-kira satu jam lebih di depan ruangan dokter tersebut pratik, akhirnya giliran saya untuk masuk. Di dalam ruangan saya menyampaikan ingin segera operasi hernia, kemudian dokter menanyakan sejak kapan saya mengalami dan saya jawab sejak saya masih kecil. Setelah itu dokter menyuruh saya berbaring di bed untuk memeriksa sebentar dan memberikan saya pertanyaan ingin operasi hari ini atau seminggu lagi. Karena hari itu tidak ada persiapan dan hanya berniat untuk memperoleh informasi akhirnya saya memilih seminggu lagi yaitu tepat hari kamis. Selanjutnya dokter menjelaskan besarnya biaya operasi yang harus saya keluarkan, serta langsung mendaftarkan saya sebagain pasien untuk ruangan rawat inap sesuai kelas yang saya pilih dari tiga kelas yang disampaikan meskipun nanti pada hari H masih bisa memilih lagi.

Tidak ada pertanyaan apapun yang ingin saya sampaikan saat itu, melainkan dokter tersebut yang menanyakan apakah ada halangan atau tidak di hari kamis nanti terkait hal-hal yang bersifat pantangan atau larangan dalam adat kepercayaan orang jawa. Kemudian saya jawab tidak ada, akhir dari konsultasi saya diminta nomor ponsel yang bisa dihubungi dua hari sebelum operasi terkait persiapan apa saja yang harus saya lakukan. Sebelum keluar ruangan diberikan kertas bertulisan untuk proses administrasi hari itu dan diberikan nomor kontak rumah sakit ketika mengurus administrasi yang tidak sampai 100 ribu. Dokter spesialis bedah yang saya tuju adalah seorang wanita, bukan apa-apa tapi alasan pribadi saya yaitu track recordnya.

Tiga hari sebelum operasi saya mendapat kabar dari perawat rumah sakit untuk mencukur bulu kemaluan, karena letak bagian yang akan di operasi berdekatan dengan kemaluan dan pada hari kamisnya nanti mulai jam sebilan pagi menjelang operasi dianjurkan sudah tidak makan dan minum (puasa). Kamis 09 Mei 2019, sekitar pukul 8 pagi berangkat dari rumah menuju rumah sakit bersama kakak saya ditemani dua orang lagi untuk menemani kakak saya mengurus administrasi apabila saya masuk ruang operasi dan rawat inap nanti. Persiapan yang saya bawa dari rumah hanya kartu identitas, kartu debit yang dan smartphone. Sedangkan kakak saya membawa tikar lipat dan bantal untuk persiapan menginap semalam. Setelah menunggu beberapa jam, sekitar jam 11 pagi saya masuk ruang untuk dipasang selang infus di tangan kiri dan di tangan kanan kalau tidak diberikan suntik antibiotik. Kemudian kakak saya dipanggil untuk mengurus administrasi, di sini membayar sejumlah uang muka sebelum operasi. Setelah beberapa saat saya dibawa dengan kursi roda menuju ruang ganti pakaian

Bersambung...