follow me

Tips dan Gaya Hidup untuk Penyandang Hernia

“Seperti buku yang dinilai dari sampulnya”

Ya, begitulah yang bisa saya gambarkan untuk orang-orang yang menyandang penyakit tidak terlihat. Mereka yang tidak pernah merasakan dan tidak mengerti hanya menilai dengan pandangan sebelah mata. “Hernia”, mungkin bagi sebagian orang menganggap sepele karena yang menyandang terlihat biasa saja seperti orang normal pada umumnya. Apa itu Hernia?

Baiklah, saya akan coba definisikan Hernia secara simpel biar lebih mudah dipahami.
Hernia merupakan suatu keadaan dimana keluarnya isi bagian perut (seperti usus halus/12 jari) ke bagian luar antara kulit dan perut karena robeknya sel selaput perut yang melemah. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal batasan usia/umur seseorang, dimana dalam keadaan kondisi tubuh yang benar-benar kurang fit dipaksa untuk mengakat beban yang begitu berat dari bawah. Hernia memiliki bermacam-macam tempat pada bagian perut, yang biasanya sering terjadi pada perut bagian bawah dekat kemaluan atau yang sering disebut (turun beruk). Bagaiamana rasanya menderita penyakit ini? Cukup mudah untuk menyamakan rasa sakit hernia karena hampir sama dengan penyakit maag ketika kambuh dan ketika terjadi dalam keadaan berdiri biasanya penderita akan sedikit terbungkuk untuk menahan rasa sakit.


Untuk saat ini Hernia belum ada obatnya, namun langkah yang biasanya diambil adalah operasi penutupan lubang dengan cara memberi lapisan seperti jaring (net). Sebagian yang mengalami hernia yang lebih parah hingga pendarahan atau pecah sewaktu terjadi, akan dilakukan operasi pemotongan dan jahitan. Apakah setelah operasi bisa bekerja berat lagi? Belum bisa, setidaknya harus menunggu kira-kira satu tahun agar benar-benar pulih. Sebagian dari mereka setelah operasi beralih ke pekerjaan fisik yang lebih ringan atau kurang dalam mengangkat beban berat.
Tidak semuanya orang yang memiliki hernia melakukan operasi. Namun cukup banyak batasan untuk menjaga agar tidak kambuh atau bahkan pecah yang kemudian diharuskan operasi. Beberapa tips dari pengalaman saya sendiri yang memiliki hernia diantaranya adalah sebagai berikut.

Bisa mengurut sendiri

Hal ini sangat penting jika suatu saat tiba-tiba kambuh. Secara teori metodenya hampir sama dengan memasukan mie yang bocor dari wadah plastik secara pelan-pelan. Dan yang paling lebih tahu adalah si penderita, bukan orang yang tidak pernah mengalami kemudian mencoba mengurut karena bisa berakibat pecah bahkan pendarahan.

Aktivitas keseharian

Berolah raga ringan di pagi atau sore hari seperti push-up dan shit-up cukup min. 10x saja agar tubuh tetap dalam kondisi normal dan tidak terlalu lemas untuk sewaktu-waktu jika mengangkat sesuatu yang sedikit berat. Karena kondisi tubuh yang datar kemungkinan bisa kambuh saat duduk santai sekalipun (tidak mengangkat beban berat).

Asupan yang perlu dihindari

Hindari makanan yang membuat perut menjadi kembung, seperti ngopi disaat perut kosong untuk jangka waktu lama (ngopi di malam hari tanpa diselingi cemilan, dsb). Mengapa demikian? Ketika perut kembung, terdapat rongga udara yang menekan keluar, dan celah tersebut menjadi tujuan utama. Keadaan ini lebih terasa sakit dan sangat sulit untuk mengurut jika terjadi kambuh seperti yang saya alami kira-kira empat hari lalu dari saya menulis artikel ini. Serta jaga asupan gizi makan juga sangat penting agar kondisi tubuh tidak melemah karena kondisi tubuh yang lemah akan mempercepat pelebaran celah ketika kambuh atau minum suplemen multi vitamin jika perlu.

Pekerjaan yang sesuai/mendukung

Untuk yang sudah bekerja lebih mengutamakan pekerjaan menggunakan pola pikir dari pada fisik (angkat beban berat dari bawah) atau pekerjaan fisik lainnya yang tidak menuntut dalam hal beban berat.

Demikian pengalaman yang bisa saya bagikan selama memiliki Hernia ini sejak duduk di bangku kelas empat sekolah dasar. Kenapa tidak segera operasi? Ada beberapa alasan yang tidak bisa saya jelaskan (privasi) dalam tulisan saya saat ini.
Sekiranya untuk tidak menitik beratkan pada tulisan saya ini dan silahkan berkonsultasi dengan dokter yang spesialis di bidangnya.
Oldest PostOldest Post